Text
Fenomenologi Agama
Dewasa ini, kenyataan akan pluralisme agama semakin disadari, meskipun dalam perspektif pemikiran yang berbeda. Pada awalnya studi tentang agama lebih bersifat a priori dan metafisik, dengan mengolah konsep ketuhanan dan rumusan ajaran agama. Tidak jarang pula agama dilecehkan sebagai warisan budaya yang belum kritis, khayalan manusia yang terasing, sublimasi dari keinginan manusia yang tak sampai dsb. Dalam perkembangannya, kritik tersebut kemudian diimbangi oleh minat dari berbagai disiplin ilmu, yang kemudian memunculkan studi fenomenologi agama. Pada umumnya, studi ini belum dibicarakan secara fenomenologis. Beberapa di antaranya mencoba memperkenalkan tema pokok sejarah agama dan menerangkan makna fenomena religius dengan metode komparatif.
| B003281 | 193 Dha f | Perpustakaan STFSP - A (A2) | Tersedia |
| B003282 | 193 Dha f | Perpustakaan STFSP - A (A2) | Tersedia |
| B003394 | 193 Dha f | Perpustakaan STFSP - A (A2) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain