Text
Menuju Masyarakat Partisipatif
Partisipasi sering dipahami secara keliru dan sepihak. Para perencana pembangunan, pemerintah dan aparatnya memahami partisipasi sebagai dukungan yang harus diberikan oleh rakyat pada keputusan, rencana pembangunan yang sudah diputuskan dati atas (top-down). Ukuran yang dipakai adalah sejauh mana rakyat menanggapi, melaksanakan dan bersedia berkorban baik waktu, tenaga maupun hidupnya untuk pembangunan. Bila rakyat tidak patuh dan tidak mau mendudkung berarti tidak berpartisipasi. Pandangan ini memperlakukan rakyat sebagai objek pembangunan dan segala usul, aspirasi yang berasal dari rakyat (bottom-up) dianggap sebagai keinginan belaka.
| B003090 | 177.12 Soe m | Perpustakaan STFSP - A (A2) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain