Text
Jalan Emansipasi: Perempuan Katolik Pionir dari Mendut 1908-1943
Sekolah guru Mendut bukan hanya menjadi jalan menuju emasipasi perempuan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menghasilkan guru-guru yang bersemangat tinggi dan penuh pengabdian. Berkah lainnya, mereka - para guru - ini sangat berpengaruh dalam perkembangan umat Katolik di berbagai daerah. Memang, itulah cita-cita Romo van Lith. Lulusan guru dari Mendut menjadi guru di sekolah perintis seperti sekolah Kanisius, sekolah di Yayasan Melania, sekolah negeri, dsb. Penting juga dicatat, para ibu lulusan Mendut ini pula yang merintis berdirinya Wanita Katolik pada 1924. Sejarah inilah yang ingin diuraikan oleh si penulis dalam buku ini. Buku ini menjadi penting karena buku sejarah tentang perempuan dalam Gereja Katolik di Indonesia sangatlah langka. Kelangkaan ini disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah selama ini kita terbiasa dengan sejarah orang-orang besar, dan jika itu di dalam Gereja yang dominan adalah sejarah para tokoh Gereja, yang kebanyakan adalah para bapa gereja dan tokoh laki-laki. Perempuan seperti tidak mempunyai sejarah atau tidak ada dalam catatan sejarah. Setidaknya, itulah yang diungkapkan dalam kegundahan penulis buku ini.
| B003042 | 177.214 Isw j | Perpustakaan STFSP - A (A2) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain